SUMPAH DOKTER PERIODE LVIII

26 Oktober 2018 oleh :

Program Studi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FKIK UMY) menggelar acara pelantikan dan pengambilan Sumpah Dokter LVIII di Convention Hall RS PKU Muhammadiyah Gamping pada Rabu, 18 Juli 2018. Tercatat dua belas dokter baru yang telah selesai mengikuti berbagai tahapan pendidikan profesi dokter dan lulus dalam Ujian Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter (UKMPPD). Dengan demikian, Sumpah Dokter merupakan representasi puncak keberhasilan yang telah dicapai oleh para dokter baru tersebut. Selain itu, secara fundamental Sumpah Dokter merupakan landasan dalam menjalankan kewajiban profesi yang luhur secara beretika dan profesional. Oleh karena itu, jelas bahwa Sumpah Dokter adalah awal perjuangan mereka yang akan terjun di masyarakat untuk mengabdi kepada bangsa dan negara dalam melaksanakan tugas mulia.

Acara Sumpah Dokter LVIII ini turut dihadiri oleh Rektor UMY Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P, Dekan FKIK UMY Dr. dr. Wiwik Kusumawati, M.Kes, Kaprodi Profesi Dokter FKIK UMY dr. Ana Majdawati, M.Kes, Sp.Rad(K), Sekretaris IDI DIY sekaligus Ketua IDI Kota Yogyakarta Dr. dr. FX Wikan Indarto, Sp.A, Perwakilan Kemenristekdikti Prof. Dr. drg. Sudibyo, S.U, Sp.Perio(K), Ketua Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. M. Noor Rochman Hadjam, S.U, serta perwakilan Rumah Sakit jejaring dan Puskesmas yang bekerja sama dengan FKIK UMY dan orang tua para dokter baru. Dr. dr. Wiwik Kusumawati, M.Kes mengucapkan syukur dan turut menyatakan kebahagiaannya atas keberhasilan para dokter baru, dan berharap para dokter baru lulusan FKIK UMY ketika bertugas di masyarakat bisa membawa ciri institusi yang profesional dan islami, selalu bekerja secara tim, dan bisa menjadi clinical leader yang baik.

Lebih jauh, Dekan FKIK UMY dalam sambutannya menyampaikan arahan bahwa salah satu tantangan kesehatan utama yang memerlukan peran para dokter dalam penanggulangannya adalah penyakit tidak menular. Salah satu faktor risiko penyakit tidak menular yang digarisbawahi untuk menjadi perhatian khusus bagi para dokter baru ini adalah obesitas di kalangan anak-anak dan remaja yang semakin meningkat. Berdasarkan data Riskesdas 2013, obesitas pada usia 5-12 tahun tercatat sekitar 18,8%, pada usia 13-15 tahun sekitar 10,8%, dan pada usia 16-18 tahun sekitar 7,3%. Obesitas pada masa ini merupakan masalah yang serius karena akan berlanjut hingga usia dewasa yang dapat menjadikan faktor risiko penyakit metabolik dan degeneratif seperti penyakit kardiovaskuler, diabetes mellitus, kanker, osteoarthritis. Obesitas pada anak sangat merugikan kualitas hidup anak seperti gangguan pertumbuhan tungkai kaki, gangguan tidur, sleep apnea (henti napas sesaat ketika tidur) dan gangguan pernapasan.

Agar bisa turut menurunkan angka obesitas pada anak dan remaja, para dokter baru ini diharapkan bisa berperan dalam upaya pencegahan, antara lain dengan mengedukasi masyarakat. Selanjutnya, para lulusan dokter baru wajib senantiasa mendalami dan mengikuti kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran. Terakhir, yang paling penting adalah selalu berupaya menciptakan hubungan dokter-pasien yang optimal dan berkelanjutan.

Selamat bagi para dokter baru atas kesuksesan yang telah diraih. Semoga senantiasa sukses dalam berbagai langkah yang dijalani selanjutnya. Selamat dan sukses pula bagi para orang tua dan dosen pendidik yang telah berhasil menghantarkan dan mencetak lulusan dokter baru, sebagai kontribusi untuk kemajuan kesehatan Bangsa Indonesia.