IMG-20151025-WA0001

SEMINAR DAN WORKSHOP: STRATEGI USAHA FARMASI MENGHADAPI  ERA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN  (MEA)

 

ASEAN Economic Community atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) merupakan goal yang ingin dibentuk oleh para petinggi negara ASEAN melalui integrasi ekonomi regional. Karakteristik yang ingin dicapai dalam suatu MEA adalah pasar dan basis produksi tunggal, area kompetitif secara ekonomi, area dengan perkembangan ekonomi yang merata, serta area yang terintegrasi penuh dalam ekonomi global (ASEAN, 2008). Dalam pasar bebas ASEAN yang dimulai pada tahun 2015 ini, semua pihak diberikan kebebasan untuk melakukan persaingan terkait dengan kebebasan mengelola aliran barang, jasa, investasi, tenaga kerja terampil dan perpindahan barang modal.

Pelaku usaha seperti apoteker yang terjun dalam perapotekan, obat herbal, maupun kosmetik tentunya masuk di dalam pihak terkait. Para pendidik farmasi pun menjadi pihak yang terkait karena bertanggungjawab dalam mempersiapkan tenaga kerja yang siap dalam menghadapi pasar bebas ASEAN. Untuk itu diperlukan suatu informasi yang dapat menjawab bagaimana agar para apoteker mampu menjadi pemenang dalam menghadapi era ini.

Prodi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sebagai salah satu pusat pendidikan farmasi termotivasi untuk memfasilitasi rekan-rekan apoteker untuk mendapatkan informasi tersebut melalui seminar dan workshop yang berjudul , “Seminar dan Workshop: Strategi Usaha Farmasi Menghadapi Era MEA”. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka Lustrum I Prodi Farmasi UMY yang bertepatan dengan tahun permulaan era MEA sehingga dirasa sangat tepat mengusung tema yang masih hangat ini.