1. Hari Gizi Nasional (HGN)

Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperingati Hari Gizi Nasional yang jatuh pada tanggal 25 Januari yang diharapkan dapat menjadi momentum berkala untuk selalu mengingatkan dan mendorong pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat tentang pentingnya memiliki kesadaran gizi yang baik dan menerapkan perilaku gizi yang seimbang. Peran mahasiswa kedokteran sehubungan dengan hal tersebut pada HGN 2015 adalah membangun semangat dan kesadaran gizi agar terjadi percepatan perbaikan gizi. Oleh karena itu, sebagai wujud peran dan keikutsertaan, HMPD SEMAKU mengadakan peringatan HGN di desa binaan yang lokasinya di Desa Demangan, Argodadi, Sedayu pada tanggal 25 Januari 2015. Rangkaian acara tersebut yaitu diantaranya pengumpulan telur dari 4 angkatan dan internal HMPD SEMAKU dengan branding stiker, pengukuran pertumbuhan dan gizi anak dengan berkerjasama dengan Posyandu setempat, pemeriksaan Tensi gratis oleh mahasiswa kepada semua warga yang datang, pembagian pretest yang akan menjadi tolak ukur seberapa jauh warga mengetahui wawasan mengenai gizi seimbang, pemberian penyuluhan oleh dokter mengenai gizi seimbang dan pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari – hari, pembagian postest sebagai indikator keberhasilan acara dan penyerapan ilmu yang diberikan melalui penyuluhan serta penambahan pengetahuan yang dimiliki oleh warga, demo masak yang akan dipandu oleh chef mengenai teknik dan takaran gizinya dengan menu utama telur, pembagian telur kepada warga serta selama acara berlangsung dilakukan live report sebagai bukti keserentakan kegiatan di masing – masing institusi sehingga dapat dipertanggungjawabkan dengan pihak MURI.

 

  1. Perintisan Taman Baca

Perintisan taman baca ini sebagai wujud kegiatan pengembangan masyarakat yang tidak “hide and run”untuk mencapai tujuan masyarakat yang berkembang lebih baik karena pendidikan dan kesehatan merupakan hal dasar bagi  kesejahteraan masyarakat, dimana kesehatan tidak dapat berjalan dengan baik ketika pendidikannya rendah begitupula sebaliknya. Pembangunan taman baca akan dilaksanakan dalam rentang waktu Januari hingga Maret di Desa Demangan, Argodadi, Sedayu. Sementara untuk buku bacaan yang akan mengisi Taman Baca tersebut diadakan pengumpulan kolektif dari 4 angkatan dan internal HMPD SEMAKU dengan branding stiker. Diperkirakan akan dilaksanakan pembukaan dan peresmian Taman Baca tersebut pada awal Maret serta akan diserahkan kepada PAUD Desa untuk penjagaan dan keberlangsungannya dengan tetap dipantau oleh Divisi Pengembangan Masyarakat HMPD SEMAKU FKIK UMY. Dengan adanya Taman Baca ini diharapkan dapat menjadi sumber pengetahuan dan wawasan tambahan bagi anak-anak di desa binaan di luar kegiatan sekolah, tentunya dengan buku-buku bacaan yang akan selalu diperbaharui dan beragam.

 

  1. Semaku Mengajar

Semaku Mengajar merupakan sebuah program kerja yang difokuskan meningkatkan peran serta mahasiswa PSPD 4 angkatan dengan harapan meningkatkan jiwa sosial mereka dalam ranah pendidikan, lebih peka dan peduli akan realitas pendidikan di negeri ini, dapat menularkan optimisme, serta dapat belajar kepemimpinan dalam mengajar yang dimana harapan – harapan tersebut juga menjadi penguat tujuan untuk meningkatkan kecerdasan wawasan dan ilmu pengetahuan serta pemberian reward yang dapat memotivasi mereka dalam berkompetisi dan terus berkarya. Kegiatan ini insyaa Allah akan dilaksanakan pada hari minggu, 12 April 2014 di Desa Demangan, Argodadi, Sedayu. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, kami mengadakan open recruitment kepada mahasiswa PSPD 4 angkatan yang akan dijadikan Fasilitator. Rangkaian acaranya yaitu diantaranya belajar inti yang pengelompokannya disesuaikan dengan rentang usia dan jenjang pendidikannya: Anak usia 4-5 tahun (Pra TK dan SD) yaitu belajar menggambar, berhitung, menulis, bernyanyi, dan menyusun puzzle serta Pendidikan Dasar Keselamatan Diri (sebagai bentuk pencegahan mengenai maraknya kasus pelecehan seksual pada anak dibawah umur), Anak usia 6-9 tahun (Kelas 1 – 4 SD) yaitu belajar matematika, Bahasa Inggris, dan doa sehari – hari serta Pendidikan Dasar Keselamatan Diri (sebagai bentuk pencegahan mengenai maraknya kasus pelecehan seksual pada anak dibawah umur), Anak usia 9 -11 tahun (Kelas 5 -6 SD) yaitu belajar matematika, bahasa inggris, pengetahuan umum, dan kebangsaan serta Pendidikan Dasar Keselamatan Diri (sebagai bentuk pencegahan mengenai maraknya kasus pelecehan seksual pada anak dibawah umur). Selain itu diajarkan skill membuat sebuah karya dengan kulit telur yang sudah kering dan ditempelkan di kertas gambar membentuk sebuah pola, mencuci tangan WHO, diselingi penampilan drama dari panitia dengan tema perbuatan tercela mencuri dan pentingnya mencuci tangan. Dan sebagai penutup akan dibagikan reward serta doorprize.