bu Shanti2

Meet The Expert (MTE) merupakan salah satu kegiatan rutin mahasiswa profesi Ners sebagai kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dengan mendatangkan ahli baik dari akademik maupun klinik. Kegiatan ini dilakukan pada semua homebase Rumah Sakit Pendidikan Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Jumlah Rumah Sakit Pendidikan PSIK FKIK UMY terdiri dari 6 Homebase (RSU PKU Muhammadiyah Unit I, RSU PKU Muhammadiyah Unit II, RSUD Temanggung, RSUD Purworejo, RSUD Tidar Magelang, dan RSU PKU Muhammadiyah Temanggung).

Salah satu MTE yang diberikan kepada mahasiswa profesi Ners kali ini yaitu mengenai “Spiritual Care in Nursing” pada hari Kamis, 5 November 2015. Topik ini membahas bagaimana melakukan asuhan keperawatan terkait dengan spiritual pasien khususnya saat sakit. MTE saat ini diberikan dari tim Jikom (Jiwa Komunitas) yang disampaikan oleh Ibu Shanti Wardaningsih, Ns., M.Kep., Sp. Jiwa., PhD. Menurut beliau, “asuhan keperawatan harus dilakukan secara holistik meliputi biopsikososio-spiritual. Akan tetapi dari segi spiritual sering dilupakan oleh mahasiswa, sehingga perlu dibekali dan diingatkan agar tidak melupakan aspek spiritual dalam melaksanakan asuhan keperawatan.”

Menurut pemateri (Shanti Wardaningsih, Ns., M.Kep., Sp. Jiwa., PhD– red), aspek spiritual sangat mempengaruhi kondisi pasien dalam menerima kondisi penyakitnya. Kondisi spiritual yang baik akan mempengaruhi perbaikan kondisi pasien. Beberapa penelitian menunjukkkan bahwa individu yang sakit dan mempunyai tingkat spiritual yang tinggi akan meningkatkan kadar imunitas dalam tubuh, kepercayaan diri yang tinggi, koping yang efektif dalam menghadapi kondisinya, penerimaan yang baik dengan dirinya. Hal tersebut otomatis akan meningkatkan kualitas hidup dan perbaikan terhadap kondisi penyakitnya.

Spiritual care in nursing merupakan salah satu dari 11 pola yang merupakan teori keperawatan dari Gordon (Functional Health Pattern). Pelaksanaan spiritual care dalam keperawatan sangat beragam, contohnya bisa dilakukan dengan memberikan kesempatan pasien untuk berbagi perasaannya, memaknai hidupnya, memberikan dukungan pada klien dalam menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan keyakinanannya, sampai dengan memfasilitasi klien dan mengajarkan untuk beribadah terutama apabila pasien menginginkan.

[FH]