Masalah penyakit pada kaki diabetes merupakan penyumbang utama kesakitan dan kematian penderita penyakit diabetes mellitus dan memberikan kontribusi besarnya biaya perawatan kesehatan pada pasien. Berdasarkan masalah tersebut mahasiswa Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta melakukan pengabdian masyarakat dengan tema “Screening Neuropati dan Monofilamen Test” pada pasien penderita diabetes mellitus yang dilaksanakan pada hari Minggu, 08 November 2015 berlokasi di Pendopo Dusun Tlogo, Desa Tamantirto, Kasihan Bantul Yogyakarta.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 10 mahasiswa angkatan 2012 yang terdiri dari 2 mahasiswa laki laki yaitu Hasrullah, dan Yudan Harry Sandika serta 8 mahasiswa perempuan yaitu Helena Widyastuti, Yunita Resty Lestari, Indah Depriyanti, Anisa Fauziah Hanum, Mentari Kusuma Rini, Suci Aprilia, Asri Pradhani Kusuma Laily, .Seli Febriyanti. Salah satu mahasiswa Helena mengungkapkan “kegiatan ini dilakukan dengan persiapan yang cukup panjang untuk melakukan pengabdian masyarakat, diawali bimbingan dengan dosen pembimbing terkait dengan materi yang akan diberikan, alat peraga dan satuan acara penyuluhan (SAP). Mahasiswa juga mengungkapkan lama bimbingan sekitar 2 minggu.” Senada yang diungkapkan oleh Yudan “kegiatan ini memang diawali bimbingan dengan dosen pembimbing yaitu ibu Wulan Noviani, S.Kep., Ns., MM, setelah semua kegiatan bimbingan disetujui kita satu kelompok langsung melakukan pengabdian masyarakat yang didampingi oleh dosen pembimbing. Pada kegiatan ini kita memeriksa 8 titik pada area kaki dan diakhiri dengan menginterpretasikan hasil temuan pada 8 titik tadi. Alhamdulillah semua kegiatan berjalan lancar dan masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan ini”

Pemeriksaan monofilamen ini merupakan pemeriksaan yang murah, mudah dan portabel yang digunakan untuk mengetahui penurunan sensasi rasa yang menunjukkan adanya kehilangan sensi perlindungan terutama pada area kaki ungkap Ibu Wulan Noviani, S.Kep., Ns., MM selaku dosen pembimbing kegiatan pengabdian masyarakat ini. Beliau juga mengungkapkan bahwa monofilamen ini sebuah alat yang terdiri dari serabut nilon dengan kekuatan 1.65 hingga 6.65 bila semakin tinggi nilainya maka monofilamen semakin kaku dan sulit untuk ditekuk. Ibu Wulan Noviani, S.Kep., Ns., MM juga mengungkapkan alat yang dipakai pemeriksaan ini adalah Semmes-Weinstein monofilamen 10 g, Chart pemeriksaa kaki dan Hand rub.

Pada kegiatan pengabdian masyarakat kali ini ditemukan 2 penderita diabetes mellitus yang tergolong resiko rendah terjadi neuropati dalam waktu 4 tahun kedepan. Sesuai yang diungkapkan dosen pembimbing (Wulan Noviani, S.Kep., Ns., MM – red) ditemukan 2 penderita diabetes mellitus yang resiko rendah. Beliau mengungkapkan proses pemeriksaan dilakukan pada 8 titik di telapak kaki yang diperiksa dengan penilaian jika 1 yang berarti jika tekanan dipersepsikan normal, nilai 0,5 yang berarti tekanan dirasakan tetapi tidak sekuat tekanan yang dirasakan jika tes dilakukan di dahi atau sternum dan nilai 0 jika tekanan tidak dirasakan. Kemudian hasil pemeriksaan pada 8 titik tersebut di jumlahkan kemudian dilakukan interpretasikan dengan pembagian hasil sebagai berikut jika diperoleh hasil nilai 3 maka artinya telah terjadi neuropati, nilai 3,5-5 maka memiliki arti resiko tinggi neuropati dalam waktu 4 tahun kedepan dan nilai 5,5 – 8 maka memiliki arti resiko rendah terjadi neuropati dalam waktu 4 tahun kedepan.

Salah satu warga mengucapkan terima kasih sebesar besarnya kepada Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang telah melakukan kegiatan pengabdian masyarakat ini sehingga banyak masyarakat yang terbantu khususnya penderita diabetes mellitus.

[FH]